Analisis Data Statistik Dengan SEM-Analysis Moment of Structural (AMOS)

Pelatihan Online Analisis Data Statistik Dengan SEM-AMOS

Analysis Moment of Structural (AMOS) adalah program aplikasi statistik yang digunakan untuk menyelesaikan SEM (Structural Equation Modelin). Dimana alat statistic ini dapat digunakan menyelesaikan model bertingkat secara serempak. Pada analisis jalur (path analysis) jika pada variabel yang terjadi berbentuk laten, maka analisis data yang lebih tepat adalah pemodelan persamaan struktural.

Analysis Moment of Structural (AMOS) mengimplementasikan pendekatan yang umum untuk analisa data pada model persamaan struktural yang menjelaskan analisa struktur kovarians. Pendekatan ini meliputi kasus khusus banyak teknik konvensional terkenal mencakup model linier yang umum dan analisis faktor umum.

Analysis Moment of Structural (AMOS) memberikan kemudahan dalam proses perhitungan dan analisis menjadi lebih sederhana bahkan orang-orang awam bukan ahli statistik akan dapat menggunakan dan memahami dengan mudah. AMOS saat ini diambil alih oleh Microsoft untuk disesuaikan dengan versi SPSS

  1. Metode-metode AMOS saat ini diantaranya :
    1. Browne’s Asymptotically Distribution – Free Criterion
    2. Scale Free Least Square
    3. Maximum Likelihood
    4. Unweighted Least Square
    5. Generalized Least Square

Jenis-Jenis Model SEM

SEM memiliki sifat yang fleksibel karena peneliti dapat menggambar berbagi model.

A. Model Analisis Faktor Konfirmatori.

Model analisis faktor konfirmatori (CFA) merupakan model yang murni berisi model pengukuran. Tujuannya : adalah untuk mengidentifikasi model yang tepat yang menjelaskan hubungan antara seperangkat item-item , dengan konstrak yang diukur oleh item tersebut.

B. Model Analisis Regresi

Model  regresi  terdiri  dari  prediktor  dan  kriterium  yang  kesemuanya  berupa  konstrak  empirik.  Konstrak  empirik  tersebut  dapat  berupa  skor  total  hasil  pengukuran  yang  memiliki  banyak  item  maupun  satu  item pengukuran. Analisis pada model regresi dengan menggunakan AMOS akan menghasilkan hasil analisis SPSS.  Karena model tersebut merupakan model standar regresi yang terdiri dari prediktor  dan  kriterium.

C. Model Penelitian Eksperimen

SEM juga dapat diaplikasikan pada analisis data pada eksperimen.  bahwa model mengidentifikasi perubahan atribut dari pre-tes menunju pos-tes. Tiap atribut tersebut ditandai oleh  dua  item.  Perbedaan  terletak  pada  keberadaan  data  perlakukan  yang  diberikan.

D. Model Utuh (Full Model)

Model  ini  dinamakan  model  utuh  karena  didalamnya  menggabungkan  antara  model  pengukuran  (analisis  faktor) dan model struktural (regresi). Melalui model ini kita dapat mengetahui peranan item dalam mengukur konstrak  ukur  serta  peranan  konstrak  ukur  terhadap  konstrak  ukur  lainnya.

Target Pelatihan Online

Pada akhirnya peserta mahir dalam pencarian dan pengolahan data dengan berbagai model uji data dengan baik dan benar.(Zn)

Leave a Reply