Bimtek Cement Treated Base (CTB) & Cement Treated Recycling Base (CTRB) Dan Rigid

Bimtek CTRB

Perkerasan jalan adalah suatu bagian dari jalan yang diperkeras dengan lapisan konstruksi tertentu yang memiliki ketebalan, kekakuan, kekuatan dan kestabilan tertentu sehingga mampu mentransfer beban lalu lintas yang melintas di atasnya ke lapisan tanah dasar. Bimtek Cement Treated Recycling Base) CTRB merupakan pelatihan mengenalkan teknik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan jalan dengan teknik daur ulang.

Jenis perkerasan yang umumnya sering digunakan di Indonesia adalah perkerasan lentur. Seperti struktur perkerasan pada umunya, perkerasan lentur juga akan mengalami penurunan kinerja akibat beban lalu lintas dan lingkungan seiring berjalannya umur rencana perkerasan tersebut. Sehingga struktur perkerasan membutuhkan upaya – upaya pemeliharaan ataupun perbaikan struktur untuk menjaga kinerjanya.

Pemeliharaan dan perbaikan tersebut menjaga kinerja perkerasan agar dapat memberikan pelayanan sampai akhir umur rencananya. Pada akhir umur rencana biasanya kondisi perkerasan telah mencapai kondisi kritis dimana perlu adanya perbaikan. Perbaikan ini bisa dengan pelapisan ulang pada perkerasan lama (Overlay) tetapi metode ini akan menambah elevasi jalan yang ada. Pelapisan ulang yang dilakukan berulang akan membentuk ketebalan lapisan yang tinggi dan berakibat terganggunya drainase dan bahu jalan.

Baca Juga :Dinas PUPR Kalteng Pelatihan CTB, CTRB, Rigid dan Pemetaan Berbasis ArcGIS

Pavement Recycling

Salah satu teknik alternative lainnya yang dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan jalan  dengan teknik daur ulang perkerasan jalan. Teknik ini dikenal dengan istilah pavement recycling atau Cement Treated Recycling Base. Pengembangan teknologi recycling ini terhadap perkerasan jalan yang rusak menjadi pondasi dan stabilisasi tanah dasar dengan semen.

Bapak Bambang S Konsultan Pengawas PU Bina Marga Provinsi DIY mengatakan Teknologi recycling merupakan proses pencampuran aspal dengan menggunakan bahan daur ulang.  Dimana bahan daur ulang ini berasal dari pengupasan sisa perkerasan lama yang dikombinasikan dengan bahan perkerasan yang baru. Metode ini banyak diterapkan pada jalan – jalan yang ada di Indonesia khususnya pulau Jawa. Hal ini dilakukan mengingat harga aspal yang cukup tinggi dan adanya kelangkaan agregat sebagai bahan utama suatu lapis perkerasan. Inovasi daur ulang ini didasari atas pertimbangan ekonomi dan juga demi menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi limbah aspal dari penggarukkan.

Focus Techno Media yang bergerak pada Pelatihan TI dan SDM , siap bekerja sama dengan instansi Pemerintah maupun Swasta.  Siap kerjasama dalam melaksanakaan Bimtek (Cement Treated Base) CTB , Cement Treated Recycling Base) CTRB Dan Rigid.

Leave a Reply