Bimtek Arsip Digital | Pelatihan SDM BKD Kalimantan Selatan

Pelatihan Digitalisasi Arsip

Sebuah organisasi tidak bisa dipisahkan dengan yang namanaya dokumen dan data yang harus dijaga dan disimpan sebagai arsip. Dengan berkembangnya sebuah organisasi kantor akan membawa perubahan cepat pada volume arsip yang harus dikelola. Pengelolaan arsip secara manual akan semakin rumit karena membutuhkan tempat fisik dan sistem pencatatan yang semakin rumit. Kondisi ini menjadikan semakin sulit dalam pengelolaan arsip dan membutuhkan tenaga dan waktu yang semakin besar. Pengelolaan arsip yang semakin bertambah bebannya mendorong Loka POM Jember mengirimkan 4 SDM untuk mengikuti kegiatan Bimtek arsip digital.

Di era digital sekarang ini memang sudah seharusnya semua sistem kearsipan harus diubah menggunakan sistem digital. Menggunakan sistem digital akan menjadikan pengelolaan arsip lebih cepat efisien dan efektif sehingga mempermudah kerja dan ujungnya meningkatkan pelayanan. UU ITE sudah mengijinkan pengelolaan arsip menggunakan sistem digital. Surat-menyurat bisa menggunakan email dan platform digital lain tanpa menggunakan tanda tangan dan cap basah.

Bimtek arsip digital selama tiga hari ini diharapkan memberikan wawasan dan kualitas SDM arsiparis  bagi peserta pelatihan yang telah bersusah payah datang dari tempat yang jauh. Dengan pemahaman yang semakin luas ini diharapkan akan mendorong kinerja yang lebih baik baik dalam mengelola arsip menggunakan sistem digital.

Baca juga : Pengelolaan Arsip Digital

Focus Techno Media yang berpusat di kota Yogyakarta bertanggungjawab dalam menyelenggarakan bimbingan teknis dan Diklat ( Pedndidkan dan Pelatihan). Peserta pelatihan di jemput saat kedatangan mereka baik menggunakan moda pesawat terbang, kereta api maupun bus. Saat penjemputan biasanya dalam perjalanan ke hotel akan dijamu disebuah resto pilihan agar badan menjadi segar kembali stelah perjalanan panjang. Sebagai penyelenggara diklat terbaik Focus dengan anam pendeknya, selalu memberikan kenyaman selama tiba hingga meninggalkan kota Yogyakarta setelah pelatihan.